Sosok Mentri Koboy

Aksi demi aksi ditunjukan oleh Mentri BUMN, Bapak Dahlan Iskan. Banyak Aksi beliau yang tidak seperti mentri  dan itu membuat pejabat-pejabat kegerahan. Jauh dari mengamuk dan membuka paksa pintu tol semanggi sosok Mr. Koboy yang satu ini telah melakukan banyak hal yang “tidak biasa” seperti; menjadi supir Wamen BUMN (diakui dirinya itu untuk cara dia akrab dengan wakilnya), mantan bos Jawa Pos ini mentah-mentah menolak lift dan ruang kerja pribadi, jalan kaki atau menggunakan angkutan umum (meninggal kan kendaraan RI dan pengawalannya), menginap di rumah petani miskin di Sragen (pada pertengahan Maret 2012 mantan Dirut PLN ini memilih menginap di rumah seorang warga Dusun Karang Rejo demi dekat dengan rakyat disana) dan masih banyak lagi. Kalau mau gw tulisin semuanya nanti gw dikirain promosiin dia deh nanti. 

Dengan sikap mentri yang seperti itu kita sebagai rakyat pasti senang ya? Setelah disuguhi dengan banyak tontonan gaya hidup mentri yang exclusive dan high class, sosok beliau memberikan penyegaran dengan semua kesederhanaan sikapnya dan ketegasan memimpin BUMN.
 
Memang “manusia tidak akan luput dari dosa” atau ungkapan lainnya” tidak ada manusia yang sempurna” Istilah itu sangat pas ketika kita lihat beliau salah “masuk kamar”. Mentri yang sukses menjalanin pencangkokkan hati ini kembali “mengamuk” di pintu tol gara-gara antrean panjang. Kali ini ia membuka empat pintu di gerbang tol Ancol Barat. Ia juga menggratiskan ratusan mobil yang melalui empat jalur tersebut. Namun ia lupa, tol itu ternyata milik swasta, bukan dalam wewenangnya.  hahaha..naahhh naasnya adegan itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang mulai keringetan ngeliat tingkahnya. walaupun Pak Mentri sudah meminta maaf dan berniat menggati rugi tapi ternyata nasi sudah menjadi ketupat. Langsung aja pada rapat Paripurna kemarin dia kena interpelasi. *Stoppp.. ituu apa artinya sih? ooiiiyyaa.. interplasi itu adalah hak Anggota Dewan yang diatur dalam UUD, semacam hak konstitusi gitu. Sebenernya ga boleh langsung dipake sembarangan dan tanpa perundingan yang matang siih. Lagian ya Interplasi kalau ditujukan ke mentri setahu saya jadi “salah alamat” macam judul lagunya Ayu Tingting. hehehe.. 🙂 *Lhoo kok gitu sih tam? naahh itu harusnya ditujukan langsung ke bos-nya mentri, karena jika mau ditujukan ke mentrinya cukup dalam rapat kerja ajah.
 
Tindakan Interpelasi juga terlihat sebagai pemanfaatan oleh elite-elite partai politik yang merasa terancam masa depannya di 2014 oleh Pak Mentri. Lagian DPR masih bisa menempuh cara lain ko! yaitu seperti menjalankan fungsi Kedewanan sebagai pengawas yang efektif dan konstruktif kepada beliau.
 
Jadi kesannya gak terlalu tersirat gitu ya? :p
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: