Pembatasan Premium

Rencana pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi akan diterapkan segera! wacananya bukan baru kali ini aja lho.. niat ini muncul kepermukaan (lagi) dikarenakan harga minyak bumi yang bukan lagi merangkak naik melainkan berlari naik, dilain sisi penghematan anggara negara juga sangat dibutuhkan disektor lain. Kebijakan ini bakal berlaku mulai 1 Mei 2012 , lalu mundur ke 1 Agustus 2012 dan itu akan terus mundur bila pengambilan sikap pemerintah yang tak kunjung tegas. Untuk bulan Mei sih pembatasan itu akan tetap diberlakukan tapi hanya untuk mobil berplat merah. Pada bulan Agustus lah rencananya pembatasan kendaraan jenis 1.500 cc diberlakukan. Mobil-mobil itu diharuskan menggunakan bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus (atau Premix, campuran Premium dan Pertamax)

Pembatasan BBM ini dilakukan untuk menekan laju konsumsi BBM bersubsidi yang diperkirakan akan mencapai 47 juta Kiloliter. Banyak jalan untuk memfasilitasi niat baik pemerintah itu, BPH Migas dan Kepolisian selaku salah satu penanggung jawab sedang menyiapkan beberapa cara. Stiker ber-hologram yang susah ditiru akan diproduksi dan penempelan dilakukan ketika pembuatan atau pembaharuan STNK mobil. Tidak hanya itu, beberapa “jurus jitu” sedang dalam pembahasan seperti mempersiapkan pengembangan converter untuk mobil, motor, bahkan motor perahu untuk nelayan. jurus lainnya yang juga masih dalam pengembangan adalah peningkatan kualitas angkutan umum.

Lucu juga ya kalau saya bayangkan, masuk SPBU distop dan dikelompokkan. “maaf pak mobil bapak bertandakan >1500cc jadi bapak keloket sebelah kiri, kalau ibu stiker-nya <1500cc jadi keloket sebelah kanan. Stiker resmi itu menurut saya ga akan bertahan lama karena pasti langsung ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mau ambil untung jadi mereka langsung membuat paslunya. uang aja ada palsunya apalagi cuma stiker.

"ahh.. ngeluh doang lu! solusinya mana?" tenang bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, saya punya ide cemerlang dan tidak perlu biaya yang luar biasa besar. Yaitu dengan mengharuskan setiap SPBU memiliki kamera pocket (harganya berkisar 400.000-keatas), jadi setiap ada mobil pribadi yang tidak layak dapat Premium security SPBU datang dan dengan jelas memotret mobilnya yang sedang diisi oleh si selang kuning. Kementrian ESDM atau pihak-pihak yang bertanggung jawab hanya tinggal bekerjasama dengan media dan memasukkan foto itu setiap harinya. itu efek jeranya lebih terasa karena malu. masa beli mobil mahal pake Premium. Kalaupun tidak sampai masuk media setidak-tidaknya mereka sudah ketakutan bilamana gambar mobilnya lah yang masuk ke media. setuju?

atau kalian punya cara yang jitu nan murah untuk pengawasan itu?

Iklan
Dengan kaitkata , ,

2 thoughts on “Pembatasan Premium

  1. Ntedsky berkata:

    Kalo di publish di media foto itu, nggak akan ke cover. Jutaan mobil tiap harinya ngisi bensin, dan saya rasa efek malu cuma sebagian orang. Lama lama nggak akan mempan. Sebenernya hanya perlu sikap tegas dari petugas spbu dan paling tidak satu petugas keamanan di spbu tersebut. Kuncinya cuma ketegasan.

    • tamajafar berkata:

      Penempatan keamanan untuk sarana pengawasan boleh-boleh aja sih. Tapi biaya yang besar kan? Tanpa kesadaran dari pengendaranya sendiri tetap susah mas. Karena selama itu orang dia bisa dibeli atau malah dimainkan.. Jadi harga Premium itu bisa di mark up sama dia, dilebihkan 500-1000/ liter juga untung besar kan? Kalau foto memang tidak akan semuanya dimasukkan mas, itu akan di ambil secara random tapi walaupun begitu masyarakat punya ketakutan sendiri kalau-kalau mobilnya masuk koran. Atau bisa juga bukan foto melainkan hanya nomor-nomor plat nya aja. Yang kena lebih dari 3x didenda. (susah sih, tapi efektif).. gimana mas ichsan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: