Monthly Archives: Mei 2012

Tragedi Sukhoi

Tanah Air Indonesia tengah mengibarkan bendera setengah tiang perihal tragedi yang menimpa dunia penerbangan Indonesia atas kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, si burung baja kebanggaan Rusia yang melakukan demo terbang atau “joy flight” untuk kedua kalinya. Tidak ada yang menyangka bahwa pesawat canggih itu tidak akan pernah kembali lagi ke Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. Sukhoi tersebut jatuh setelah menabrak pegunungan Salak, Jawa Barat pada hari Rabu, 9 Mei 2012 lalu.

Sejauh ini sudah 25 kantong jenazah dikirim oleh tim SAR. 18 kantong diantaranya berisi tubuh korban, 4 kantong berisi identitas dan barang-barang pribadi. Sisanya 3 kantong masih dalam penelitian tim khusus.
Saya menghaturkan belasungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarga serta kerabat yang ditinggalkan. Semoga para korban diberikan tempat di sisi-Nya dan bagi keluarga juga kerabat yang ditinggalkan dilapangkan dadanya, amin.
Dari awal berita tetang tragedi ini muncul sudah banyak spekulasi tentang penyebab semuanya, tapi tidak satupun ada yang yakin begitupun pihak berwajib. Spekulasi tersebut antara lain human error, penerbangan terganggu oleh sinyal telepon genggam, cuaca buruk dan kabut tebal, pesawat yang dijadikan uji coba di Indonesia adalah pesawat pengganti, dan masih banyak pandangan-pandangan lainnya. Saat ini “Black Box” atau lebih dikenal Kotak Hitam yang berisi data-data dan informasi penerbangan itu sudah ditemukan dan masih dalam penelitian yang intensif.
Terlepas dari itu, peristiwa ini telah menimbulkan duka yang mendalam dan sepatutnya menjadi pembelajaran dalam rangka perbaikan manajemen penerbangan nasional dan seyogyanya kita melihat persoalan-persoalan seperti ini dengan sudut pandang rasional. Tidak menjadi ajang pencarian kambing hitam apalagi ajang untuk meremehkan kemampuan dan sumberdaya bangsa sendiri seperti yang selama ini lazim terjadi ketika ada musibah dunia penerbangan baik sipil maupun militer, terlebih lagi ada pula sebahagian orang yang tanpa empati dengan sengaja menyebarkan gambar-gambar korban kecelakaan kepada publik yang semakin membuat situasi meresahkan dan mencemaskan bagi keluarga korban.

Dari kejadian ini kita juga banyak belajar bahwa bukan jaminan pesawat yang paling canggih dan dikendarai oleh Pilot senior yang sangat terlatih penerbangannya akan aman. Sedangkan di sisi lain koin yang  sama, pesawat tua dinakodai oleh pilot dengan jam terbang lebih rendah penerbangan tersebut akan mencekam dan menyeramkan. Ini patut dijadikan momentum koreksi bagi bangsa kita juga yang terbiasa dengan begitu mudahnya menyalahkan dan meremehkan kemampuan bangsa sendiri ketika terjadi musibah penerbangan seperti ini. Terhitung sudah terjadi 5 kecelakaan udara di daerah Pegunungan Salak dan dengan kecelakaan ini menjadi yang ke 6.

Kita menaruh harapan besar, peristiwa ini menjadi pembelajaran penting dalam membenahi majemen penerbangan di tanah air, juga pembelajaran penting dalam menyikapi berbagai peristiwa serupa,  masyarakatnya sendiri tidak gampang menyepelekan dan menyalahkan kemampuan dan sumberdaya bangsa sendiri!! Apalagi mendewakan produk-produk buatan Asing!!

generasi muda saat ini harus bisa hidup lebih optimis, dan selalu percaya kita lah lokomotif terdepan demi kemajuan Negara Indonesia yang kita Cintai

terakhir tentunya saya berharap musibah seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi ya.. aaaammmmmmiiiiiiiiiinnnn….!!!