Tag Archives: jakarta

Mini market menjamur = Pasar tradisional tersungkur

Keberadaan minimarket yang telah menjamur di sejumlah wilayah di Indonesia, dengan itu keberadaannya membawa dampak positif dan negatif. Positif dengan memajukan sistem perdagangan dari tradisional ke modern, akan tetapi dampak negatifnya adalah sistem perdagangan tersebut membuat para pedagang tradisional lemah dalm persaingan bisnis, omzet mereka otomatis tertekan. Bahkan tak jarang banyak toko tradisional gulung tikar akibat keberadaan mini market seperti Indomaret, Alfamart, Circle K dan sekarang Seven Eleven.

Keunggulan strategi format toserba (toko serba ada) berpotensi pada pilihan lokasi, sistem informasi handal, suasanya nyaman, kelengkapan produk dan harga yang murah. Faktor terakhir itu yang menurut saya yang menyebabkan beralihnya para konsumen dari pasar tradisional ke pasar modern. “kenapa si toserba bisa lebih murah sih?” pemangkasan biaya transportasi dan dana-dana tambahan dari tangan kedua lah yang menyebabkan terjadinya penyederhanaan harga. Mayoritas toserba itu memiliki pabrik produksi sendiri atau mereka langsung berhubungan dengan si pabrik tanpa perantara lagi.

Saat ini ada SERIBU DELAPAN RATUS ENAM PULUH DELAPAN minimarket di DKI Jakarta ajah!
1.443 diantaranya tidak memiliki perizinan atau izinnya gak lengkap. Selain itu 37 diantaranya menyalahi aturan jarak “harus lebih dari 500m dari pasar tradisional. Protes dilayangkan ke pemilik 7-11 dr alfamart dan indomart, dimana harusnya minimarket sudah sangat dibatasi, tetapi 7-11 masih terus melebarkan sayapnya. Nah katanya perizinan Sevel bukan untuk minimarket melainkan restoran. Seribu cara di keluarkan demi meraup keuntungan sebesar-besarnya walaupun berdiri diatas penderitaan pasar tradisonal.

Kententuan Pemda yang berlaku, pendirian minimarket minimal harus berjarak 500 meter dari pusat pasar tradisional hal ini dimaksudkan agar para pedagang tradisional tidak resah untuk disaingi dengan keberadaan si pasar modern.

Keberadaan toserba-toserba itu juga yang menjadikan masyarakat lebih konsumtif. Mereka selalu membuat inovasi yang tidak dilakukan oleh pasar tradisional seperti pemberian diskon, membuat paket ekonomis, harga khusus members dan bonus belanja. Dengan cara seperti itu bagaimana kita bisa menolak coba?

Mudah-mudahan Pemda bisa segera menemukan jalan keluar yang lebih adil bagi kedua pihak terutama dari pihak pedagang di pasar-pasar tradisonal yang terancam hidupnya..

Iklan
Dengan kaitkata , , ,